Kamis, 31 Maret 2011

Marotta: "Roma vs Juve, Sebuah Ajang Promosi Suatu Laga"

Berita Bola (jakarta).

"Sebuah performa yang hebat", Giuseppe Marotta menyatakan bahwa Juventus akan memperlihatkan permainan yang menarik saat laga hari minggu mendatang menghadapi Roma. Manajer Umum bidang Olahraga Juventus ini berbicara disela-sela pertemuan antar pemimpin klub Seri-A di Milan hari ini. "Laga nanti akan menjadi sebuah ajang promosi bagi sepakbola, mengingat pertunjukan yang akan diperlihatkan, diharapkan menjadi laga tingkat tinggi. Saya mengharapkan performa yang solid dari pemain kunci dan apresiasi dari publik. Fans lebih ingin hasil akhir? Mereka benar, kami meminta agar mereka lebih sedikit bersabar, karena semua komponen klub sedang bekerja keras mencari hadiah terbaik untuk fans".

 sumber : juventus site


 Subscribe in a reader

Pemerintah tarik fasilitas PSSI

Berita Bola (jakarta).


Setelah pemerintah menarik fasilitas, pengurus PSSI kelompok Nurdin Halid mulai memindahkan barang-barang dari kantor PSSI. Fasilitas akan diberikan kembali bila pengurus baru sesuai aturan FIFA telah terbentuk.

berita selengkapnya lihat di sini


 Subscribe in a reader

Mancini Tidak Tutup Kemungkinan untuk Latih Juve

Berita Bola (jakarta).

Walaupun masih betah membesut Manchester City, Roberto Mancini menyatakan tidak menutup kemungkinan untuk menukangi Juventus pada masa depan. Hal ini seperti disampaikan oleh agen Roberto Mancini, Giorgios De Giorgis.

Nama Roberto Mancini dihubung-hubungkan dengan kursi pelatih Juve setelah santer terdengar kabar bahwa I Bianconeri akan menyudahi kerjasamanya dengan Luigi Del Neri pada musim depan.

Namun agen Mancini, Giorgis De Giorgis, menyatakan bahwa rumor itu masih sekedar isu belaka karena tidak ada kontak yang terjadi antara dirinya dengan Juventus. Akan tetapi, Giorgis menambahkan walau kliennya masih bahagia menukangi The Citizen, tapi bukan berarti kliennya menutup kemungkinan untuk bisa menukangi Si Nyonya Tua.

"Tidak ada yang benar soal rumor itu, karena Roberto masih bahagia di City. Dia selalu bermimpi untuk bisa melatih di Inggris. Bukan tidak mungkin? Saya tidak berani memastikan hal itu, karena kamu tidak akan tahu apa yang bakal terjadi di dunia sepak bola. Tapi, untuk saat ini sepertinya mustahil," ujar Giorgis pada Calciomercatonews.com, Rabu (30/3).

"Roberto tengah fokus untuk bisa membawa City finis di zona Liga Champion, karena sepertinya sulit membawa City menjadi juara Liga Inggris pada musim ini. Namun, dia adalah sosok yang ambisius dan senang bekerja dengan pemain muda, dimana hal itu terjadi di Juventus," sambungnya.

sumber : bolanews


 Subscribe in a reader

Robinho Janji Jebol Gawang Inter

Berita Bola (jakarta).

Liputan6.com, Milan: Robinho siap mengeluarkan performa terbaik untuk AC Milan dalam laga derby Kota Mode melawan Inter Milan, Sabtu (2/4) atau Ahad dini hari WIB. Robinho berharap bisa memberi kontribusi nyata yang akan menjaga Milan berada di posisi teratas klasemen guna memuluskan langkah menjadi kampiun.

Mantan striker Manchester City dan Real Madrid ini ingin mempecundangi rekan senegaranya asal Brasil, Julio Cesar, yang bertugas di bawah mistar gawang Inter. Robinho berjanji akan mencetak gol yang sekaligus memberi bukti dirinya bisa menutupi absennya Zlatan Ibrahimovic akibat menjalani skors.

“Sangat menyenangkan bisa bermain melawan Julio Cesar yang akan saya jebol gawangnya,” tukas Robinho. “Hal itu akan menjadi gol pertamaku ke gawang yang dijaga olehnya. Tetapi apapun yang terjadi, ini tetap akan menjadi partai seru. Kami berharap meraih kemenangan karena bisa menyulitkan Inter dan kami bisa lebih dekat menuju scudetto.”

Menghadapi partai seru ini Robinho mengaku menggenjot porsi latihannya lebih keras lagi. “Kami memang perlu berlatih keras dna semuanya tergantung dari kami di lapangan,” ujarnya lebih lanjut.

Milan hanya terpaut dua poin di atas Inter jelang Derby della Madonnina ini. Il Diavolo Rossi kalah pada pertandingan terakhir, kalah 0-1 dari Palermo, sebelum rehat jadwal partai internasional. Robinho akan bahu-membahu dengan Antonio Cassano dan Alexandre Pato di lini depan Milan di San Siro nantinya.(DIM/Goal)

sumber : liputan6.com

 Subscribe in a reader

Rabu, 30 Maret 2011

Statuta Direvisi, Rezim NH Tamat

Berita Bola (jakarta).

SAMARINDA, KOMPAS.com — Ketua Komite Pemilihan Ketua Umum PSSI hasil Kongres Riau, Harbiansyah Hanafiah, mengatakan, salah satu agenda Kongres PSSI 29 April mendatang adalah merevisi Statuta PSSI Pasal 35 Ayat 4, yaitu "...tidak sedang dinyatakan bersalah atas sesuatu tindakan kriminal pada saat kongres...". Revisi itu akan mengakhiri langkah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk mencalonkan diri lagi pada periode 2011-2015.

"Pada kongres yang akan digelar nanti, salah satu agenda yang akan diputuskan adalah mengamandemen status PSSI yang telah dipelintir Nurdin Halid," kata Harbiansyah, seperti dilansir Antara.

"Dua hal penting yang akan direvisi adalah kata 'sedang' diganti dengan 'pernah' terlibat kasus pidana dan statuta yang menyebut pernah menjadi pengurus PSSI diganti pernah mengurus sepak bola minimal lima tahun,"

"Jadi, dengan revisi itu, tidak ada lagi celah bagi Nurdin Halid untuk lolos mencalonkan diri sebagai calon ketua umum PSSI," tambahnya.

Selain itu, Harbiansyah juga menyatakan akan memberikan peluang kepada George Toisutta, Arifin Panigoro, dan Nirwan Bakrie untuk mengajukan diri sebagai kandidat ketua umum PSSI 2011-2015.

"Ketiganya masih dimungkinkan ikut pada bursa ketua umum PSSI. Namun, kami masih melihat dulu hasil keputusan rapat yang akan digelar pada Kamis, 31 Maret 2011," ujarnya.

"Masalah teknis pelaksanaan kongres sejauh ini belum bisa saya sampaikan sebab baru akan diputuskan pada rapat Kamis nanti. Mengenai lokasi kongres, ada dua tempat yang akan kami ajukan, yakni Surabaya atau Balikpapan. Kedua kota itu kami nilai sebagai tempat yang netral," tandasnya.

Harbiansyah menambahkan, rapat tersebut akan diikuti 78 pemilik suara sah PSSI yang membentuk Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) dan 22 pemilik suara sah yang tidak masuk KPPN.

sumber : kompas bola

 Subscribe in a reader

Abi: LPI Bukan Alat Menjatuhkan Nurdin

Berita Bola (jakarta).


Penulis: Ferril Dennys | Editor: Hery Prasetyo


JAKARTA, KOMPAS.com — Bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI) sejak 8 Januari silam menuai pro dan kontra di dalam persepakbolaan Tanah Air. Banyak yang mengecam, tetapi tidak sedikit pula yang menilai LPI bak oase atas keringnya prestasi sepak bola Indonesia.

Yang paling menentang bergulirnya liga bentukan Arifin Panigoro tersebut adalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Mereka naik pitam setelah empat klub Liga Super Indonesia (LSI), yakni Persema Malang, Persibo Brojonegoro, PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya, memilih bergabung dengan 15 klub baru yang ada di LPI.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bersikukuh tidak mengakui tanpa pernah berkomunikasi lebih dulu dengan LPI. Mereka lebih sibuk melakukan upaya-upaya agar bisa menghentikan LPI daripada mencari solusi damai. Semua elemen yang terlibat dalam LPI seperti pemain, pelatih, wasit, dan lain-lain akhirnya dijatuhi hukuman oleh Komisi Disiplin PSSI.

Bahkan, pemain-pemain bertalenta yang berlaga di LPI, seperti Irfam Bachdim, Kim Jeffery Kurniawan, atau Andik Vermansyah, dilarang membela tim nasional. Terbentuknya LPI yang berdekatan dengan pemilihan kepengurusan baru PSSI sempat memunculkan spekulasi bahwa LPI hanya alat kepentingan Arifin Panigoro untuk duduk sebagai ketua umum dibandingkan tujuan mulia memperbaiki sistem persepakbolaan Tanah Air.
Apalagi, beberapa waktu lalu, Arifin bersama George Toisutta sudah terang-terangan menyatakan maju dalam kongres pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum PSSI yang digelar 29 April mendatang. Lalu, apakah tujuan sebenarnya LPI dan apakah terkait untuk memuluskan langkah Arifin menuju posisi puncak di PSSI?
Saat ditemui di sebuah perkantoran, juru bicara LPI, Abi Hasantoso, berkesempatan menjawab hal itu kepada reporter Kompas.com, Ferril Dennys Sitorus, dan sejumlah pertanyaan pembaca. Berikut wawancaranya.

Mengapa menggunakan nama Liga Primer Indonesia? Apakah terinspirasi dari nama English Premiere League atau memang ingin menirunya (adjieh_rijal@yahoo.com)?

"Dulu ada sekitar 20 nama sebelum akhirnya memilih LPI. Akhirnya, kita memilih Liga Primer Indonesia dengan kata primer yang berbahasa Indonesia. Tentu saja rujukan kita salah satunya Liga Inggris. Kedua, kami merasa primer itu sesuatu yang baru sehingga kita populerkan. Dulu kita belajar ekonomi, ada kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Primer itu kata dari Indonesia walaupun kata serapan dari bahasa Inggris. Yang akhirnya pakai kata primer bagus juga ya, walaupun ada konotasi ke Liga Inggris. Ini sebuah strategi marketing kita juga supaya setiap orang gampang mengingat."

Bagaimana sebetulnya konsep LPI?

"Sebetulnya begini. Segala sesuatu harus ada yang berani mulai. Apalagi, kami mengambil langkah reformasi dan revolusi ketika kami mendapatkan amanat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang. Setelah kami kaji, ada empat pilar untuk memperbaiki sepak bola di Tanah Air."

"Pertama adalah kompetisi yang kredibel. Kedua, pembinaan usia dini. Ketiga, Penerapan aplikasi sport science kepada sepak bola. Keempat, adalah pembenahan organisasi. Jadi kita mendahulukan pilar pertama karena sepak bola permainan yang berada di lapangan hijau. Namun, yang lebih penting, kita bisa menggelar kompetisinya lebih dulu dengan kompetisi yang kredibel dan menjunjung sportivitas."

"Selama ini, kompetisi yang ada sudah kehilangan kredibilitas. Cara meningkatkan kredibilitas, pertama, kita menggunakan pemain-pemain yang berkualitas. Makanya, di LPI ada marquee player, key player, dan idol player. Marquee player seperti Lee Hendrie (Bandung FC) dan Amaral (PSM Makassar). Pemain-pemain yang pernah membela negaranya. Ada key player, pemain-pemain yang punya nama besar dan skill bagus seperti Amancio Fortes (Semarang United). Dia adalah lulusan akademi Manchester United. Ada juga pemain lain seperti pemain asal Australia, Andrew Barisic, yang memperkuat Persebaya 1927 atau Emanuel De Porras yang membela Jakarta 1928."

"Ada juga idol player seperti Irfan Bachdim, Kim Jeffery Kurniawan, Andik Vermansyah, dan Rendi Irawan. Mereka adalah pemain-pemain muda yang bisa menginspirasi anak-anak untuk bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Ini salah satu yang ingin kami tingkatkan agar kualitas kompetisi menjadi kredibel. Selain pemain-peman tadi, kami juga menggunakan wasit asing. Kami ketahui, hampir seluruh wasit di Indonesia pernah bermasalah ketika di kompetisi-kompetisi lain."

"Ini yang kami yakini bahwa dengan adanya wasit asing menjunjung sportivitas dan fair play, kami terdorong lebih cepat. Meski begitu, kami juga yakin banyak wasit-wasit lokal yang bisa dipercaya. Bahkan, wasit-wasit yang dalam tanda kutip dibuang oleh PSSI, kami rangkul lagi dengan memberikan pelatihan di Bandung dan Magelang, saat ini menunjukkan performa yang bagus juga seperti halnya wasit-wasit asing."

Kenapa LPI tidak memperbaiki infrastruktur lapangan sepak bola lebih dulu? Sayang, pemainnya bagus-bagus, sedangkan beberapa kali tayangan di televisi saya melihat kondisi lapangan sangat memprihatinkan sehingga permainan tidak berkembang (z3tr33_tjhia78@yahoo.com)

"Jadi, betul kompetisi dulu yang kita mulai, walaupun harus diakui bahwa lapangan dan infrastruktur yang bagus memang juga harus disiapkan. Saat ini, kita juga sedang mencoba bekerja sama dengan pemerintah daerah yang sudah memiliki lapangan. Contohnya, kita ingin bekerja sama dengan Pemerintah Kota Malang, Surabaya, dan Makassar, dan pemerintah kota di 19 klub LPI."

Kerja sama konkretnya seperti apa?

"Kami akan mencoba memperbaiki fasilitas, terutama lapangan, yang kita anggap masih belum baik. Contohnya, nanti kita akan bekerja sama dengan pengelola Stadion Siliwangi di Bandung untuk memperbaiki lapangan dan area penonton. Jadi, itu contoh konkretnya. Kami yakin, klub-klub LPI bisa memiliki stadion-stadion sendiri nantinya. Tapi, akan mubazir kalau ada stadion bagus di beberapa kota, katakanlah di Malang, sayang sekali tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu, kita akan mencari pola bentuk kerja sama dengan pemerintah kota di mana klub LPI itu berada untuk memanfaatkan dan memaksimalkan penggunaan stadion dengan meningkatkan kualitas lapangan dan infrastruktur yang ada."

Bagaimana cara LPI menjaring penonton karena selama ini ISL yang selalu menjadi perhatian penikmat sepak bola di Tanah Air?


"Tentu saja ini tantangan. Contoh, dengan empat klub yang pernah bermain di kompetisi lain, tidak ada masalah seperti Persebaya 1927, Persibo Brojonegoro, PSM Makassar, dan Persema Malang. Hampir setiap pertandingan mereka selalu penuh (penonton). Namun, jangan disangka, dari 15 klub baru itu, tiga di antaranya sudah memiliki penonton fanatik. Contohnya, Manado United, Solo FC, dan Bali de Vata. Ternyata tidak kita sangka-sangka, penontonnya seperti empat klub tadi."

"Kami juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk membantu dan mengembangkan 12 klub lain yang masih belum mendapatkan dukungan dari masyarakat. Itu pekerjaan rumah besar kami. Namun, kami yakin, dengan kompetisi bersih dan menarik ini, lama-kelamaan penonton akan datang ke stadion."

"Kami enggak bisa menggratiskan pertandingan karena LPI industri. Dari penontonlah kami bisa hidup. Enggak apa-apa ini proses alami, tetapi sudah ada terobosan yang dilakukan. Contohnya Persema Malang. Untuk menambah penontonnya, mereka bikin cheer leaders, atau kemarin ada disc jockey. Itu tantangan klub bagaimana stadion bisa menarik."

"Di Bojonegoro, walaupun penonton sudah penuh, mereka berusaha mempertahankan itu. Contohnya, mereka bikin doorprize motor. Mulai kemarin, pertandingan kandang Persibo akan menyediakan doorprize motor. Bayangin, harga motor Rp 13-Rp 15 juta, tetapi itu dikompensasi dengan penonton yang datang. Berarti, bahwa sebagian uang yang dibelanjakan penonton kembali ke mereka lagi. Bahkan, ada keuntungannya, misalnya, dapat motor itu mereka bisa foto bareng dengan pemain."

"Ada contoh lagi dari Solo FC. Dari penjualan tiket, Rp 500 dikembalikan lagi kepada penonton. Sebanyak Rp 200 diberikan kepada SSB. Misalnya, penonton jumlahnya 20.000. Dari harga tiket diambil Rp 500. Artinya, Rp 10 juta diberikan kepada masyarakat. Jadi, SSB mendapatkan dana Rp 4 juta dan PMI Kota Solo mendapatkan jumlah yang sama. Sisanya, diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu."

"Klub-klub LPI juga datang ke SSB untuk mengampanyekan permainan sepak bola sejak muda. Beberapa klub sudah jalan, seperti Persibo, Bandung FC, dan Persema. Itu juga yang harus digalakkan untuk semua peserta LPI. LPI juga melakukan pembinaan usia muda, yaitu memutar roda kompetisi U-15 dan U-21. Kami mendahulukan U-21. Rencananya, kompetisi ini digelar Mei atau Juni, ketika putaran pertama akan berakhir."

Bagaimana dengan anggapan bahwa klub yang ada di LPI merupakan klub karbitan? 

"Bukan karbitan. Kita membentuk klub baru. Justru baru lebih bagus. Jadi dasarnya benar. Dasar pendiriannya dan dasar keuangannya benar."

Jadi lebih baik menciptakan klub baru daripada memperbaiki klub yang sudah ada?

"Iya betul. Karena tidak banyak masalahnya." 

Target apa saja yang dilakukan LPI dari musim ke musim (darsopn@yahoo.co.id)?

"Targetnya mungkin stadion bisa penuh karena sepak bola lebih asyik dengan penonton."

Apa LPI ini hanya sebuah usaha sementara untuk memperbaiki sistem persepakbolaan Tanah Air dan menjatuhkan rezim Nurdin Halid (spider.one13@gmail.com)?

"Tidak. Pak Arifin tidak mau jadi ketum PSSI. Saat ini dia diminta oleh klub atau pemilik suara. Kalau Pak Arifin tidak pernah mau. Saya pernah mengikuti dia rapat pada 2007 lalu. Waktu itu masih ada almarhum Ronny Pattinasarani. Pak Arifin didatangi oleh sejumlah orang untuk menjadi ketua umum bersaing dengan salah satu kandidat lain untuk menggantikan Nurdin yang saat itu dipenjara."

"Pak Arifin enggak mau karena money politic. Kata mereka, Pak Arifin tinggal nambah Rp 10 miliar sehingga jadi ketua umum. Tapi, Pak Arifin enggak mau. Akhirnya lahirlah Liga Medco. Bung Ronny bilang ke Pak Arifin bahwa kita bisa memajukan sepak bola dengan pembinaan usai dini. Oleh karena itu, terbentuklah Liga Medco di bawah usia 15 tahun. Pemain-pemain yang ada di Uruguay itu sebagian besar berasal dari Liga Medco."

Selain membicarakan soal konsep LPI, Abi juga akan membeberkan target besar LPI. Simak hasil wawancaranya dengan Kompas.com pada tulisan berikutnya.

sumber : Kompas bola


 Subscribe in a reader

Senin, 28 Maret 2011

Bola di Tangan FIFA

Berita Bola (jakarta).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hasil keputusan kongres yang diikuti 78 dari 100 anggota PSSI pemilik suara sah telah dikirimkan ke Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional, Minggu (27/3). Selanjutnya tinggal pelaksanaan kongres pemilihan ketua umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI.

Pada jumpa pers di Pekanbaru, Usman Fakaubun yang memimpin sidang kongres 78 anggota PSSI mengatakan, hasil keputusan kongres dikirim via surat elektronik ke markas FIFA di Zurich, Swiss, Minggu sekitar jam 04.30 WIB. Laporan bertitel Report on Football Association of Indonesia (PSSI) Congress itu ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIFA Jerome Valcke dan Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Alex Soosay.

Selain berisi laporan seputar pelaksanaan kongres, laporan tersebut juga memuat tanda tangan daftar hadir anggota PSSI, susunan anggota Komite Pemilihan serta Komite Banding yang dipilih melalui pemungutan suara, dan peraturan pemilihan untuk Kongres PSSI Tahun 2011. ”Mudah-mudahan FIFA mau mengakui kongres ini,” kata Usman, yang juga anggota Komite Pemilihan.

”Kalau FIFA tidak mengakui hasil kongres ini, yang penting kami diakui masyarakat dan Pemerintah Indonesia. Pengakuan FIFA itu nomor dua,” tutur Usman, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Papua. FIFA mengirim wakilnya, Frank Van Hattum, anggota Komite Asosiasi FIFA.

Van Hattum, yang juga Ketua Asosiasi Sepak Bola Selandia Baru, tidak hadir dalam kongres 78 anggota PSSI karena segera diterbangkan pengurus PSSI ke Singapura. Ia juga tidak sempat memberi keterangan pers, berbeda dengan yang dilakukan Direktur Asosiasi Anggota dan Pengembangan FIFA Thierry Regenass saat menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa PSSI di Ancol, Jakarta, tahun 2009.

Tanggapan PSSI
Terkait dengan kongres 78 anggota PSSI itu, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyayangkan pengambilalihan kongres. Ini karena masalah kesalahan administrasi dan undangan ke pemilik suara yang salah bisa diselesaikan secara administratif.

”Kalaupun Anda menyalahkan PSSI, apa pun FIFA hanya akan mengakui pengurus PSSI yang beralamat di Stadion Gelora Bung Karno X-XI,” kata Nugraha. Ia menegaskan, PSSI atas saran perwakilan FIFA dan AFC membatalkan kongres karena dinilai membahayakan keselamatan.

”Kondisi ini karena ada pihak lain yang ikut campur. Tidak tahu dari mana mereka, Anda tahu sendiri, Anda lihat sendiri,” ujarnya.

”Kami sebagai pengprov angkat tangan dan mengembalikan ke PSSI,” kata Indra Mukhlis Adnan, Ketua Panitia Lokal Kongres PSSI dan Ketua Pengprov PSSI Riau.

Melihat situasi terakhir, bisa diibaratkan ”bola” dalam kemelut PSSI kini berada di tangan FIFA. Melihat kasus serupa dalam kongres Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) saat pergantian Ketua PFF Jose Mari Martinez oleh Mariano Araneta, November lalu, butuh waktu sebulan lebih untuk mengetahui sikap FIFA.
Di Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang ditemui di sela-sela acara sepeda gembira ”Bike for Nature” yang diselenggarakan Kompas pada Minggu pagi mengatakan, dirinya prihatin atas kekisruhan kongres PSSI.

Namun, Andi menegaskan, pengurus PSSI menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kekisruhan ini. ”Sejak awal sudah saya ingatkan berkali-kali supaya PSSI melakukan kongres secara transparan, jujur, demokratis, dan penuh sportivitas,” katanya.

Ditambahkan, ia masih menunggu laporan, salah satunya dari Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo, termasuk ”legalitas” kongres yang dilanjutkan oleh anggota yang tidak dibolehkan mengikuti kongres oleh PSSI karena keanggotaannya tidak diakui. (ANG/SAM/OTW)

Sumber : Kompas


 Subscribe in a reader