Tampilkan postingan dengan label Sepak bola Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepak bola Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

Ada yang Ambisius Ingin Ambil PSSI

Berita Bola (jakarta).

Sumber dari Kompas.com
NURDIN HALID akhirnya menerima Kompas.com untuk wawancara, Kamis (31/3/2011) sore di kantor PT Liga Indonesia. Ketika kami masuk, dia tampak serius melihat video-video semua aksi demo dan kegiatan yang berkaitan dengan PSSI.
Sosok Nurdin Halid seperti tidak habis-habisnya diperbincangkan oleh pelaku sepak bola Tanah Air. Baru-baru ini, pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, itu selalu disibukkan beradu argumen dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng daripada memutar otak untuk mencari solusi atas kemelut yang terjadi di lembaganya.
"Perseteruan" kedua pria yang sama-sama berasal dari Makassar itu bermula dari pembekuan PSSI oleh pemerintah. Keputusan itu diambil setelah PSSI membatalkan Kongres PSSI di Riau, Pekanbaru, Sabtu (26/3/2011).
Nurdin melawan. Ia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Andi Mallarangeng. Ia bahkan menuding Andi telah mengobok-obok lembaga yang dipimpinnya.
Oleh karena itu, Nurdin, yang sebelumnya berniat tidak ingin dicalonkan sebagai Ketua Umum PSSI lagi, akhirnya mengurungkan niatnya itu. Dia merasa wajib mengawal PSSI karena harga diri organisasi yang ia pimpin tengah dizalimi.
Kepada Kompas.com, Nurdin blak-blakan menyampaikan banyak hal. Dalam wawancara berdurasi 20 menit itu, Nurdin menyampaikan kekecewaannya kepada Andi Mallarangeng yang dinilainya terlalu membela pihak yang berseberangan dengan dirinya. Namun, tegasnya, polemik PSSI tidak ada hubungannya dengan persaingan antara Partai Golkar dan Partai Demokrat. Berikut ini hasil wawancara dengan Nurdin Halid:
Setelah "dikartu merah" oleh Menpora, apakah benar Anda masih ngotot ingin mencalonkan sebagai Ketua Umum PSSI lagi?
"Dalam perjalanan menuju Pekanbaru, saya menyampaikan insya Allah program kongres berjalan dengan baik. Ketika membuka kongres, saya akan menyatakan tidak mencalonkan diri lagi. Itu niat saya. Kemudian, pada saat itu dikatakan belum saatnya karena ketua umum punya tanggung jawab sesuai statuta sampai dengan kongres".
Sejak kapan Anda memiliki niat itu?
"Niat itu timbul karena tak ingin gara-gara saya (PSSI terus kacau), sekalipun saya tahu itu diciptakan orang yang ambisius mengambil PSSI. Istri dan ibu menyarankan kepada saya, sekalipun itu rezeki orang lain, tetapi ya sudah mengalah. Di depan FIFA, saya urungkan (menyampaikan niat tak mencalonkan diri lagi) karena dizalimi terus-menerus seperti ini."
Ada bukti penzaliman dan apakah penzaliman itu begitu terasa dan parah?
"Luar biasa! Masak mau berkongres dengan baik, kami ditekan habis, kamar digerebek, dan ada yang ditendang. Sampai saya tidak bisa ke tempat kongres karena suasana yang sangat mencekam. Ini penzaliman luar biasa."
"Nah, ini berarti saya harus mengawal kembali untuk harga diri PSSI. Bukan saya saja. Bukan Nurdin Halid. Saya melakukan sesuatu bukan untuk mempertahankan. Dari dulu, saya tidak pernah melakukan sesuatu untuk mempertahankan diri."
"Namun, PSSI tidak boleh dibuat seperti ini. Karena apa? Ini akan menjadi preseden buruk. Nanti, hal yang sama akan menimpa siapa pun, bukan hanya kepada saya. (Menimpa) siapa pun kalau kondisi ini dibiarkan."
Anda menilai langkah Menpora sebagai sebuah kesalahan?
"Kalau boleh jujur, benar enggak langkah Alfian Mallarangeng? Kalau kongres (di Pekanbaru) berjalan bagus, saya akan menyatakan (tidak mencalonkan lagi). Tapi, saya dizalimi begitu, saya tidak akan menyatakan itu. Saya akan terus mengawal PSSI ini sampai kepada kongres sesuai jati dirinya."
Seperti apa bentuk pengawalannya? 
"Saya akan mempertahankan organisasi. Masak Menpora membiarkan KPPN (Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional) bisa berjalan dengan alasan menyudutkan kami lagi. Menyalahkan PSSI. Sementara matanya sendiri melihat bagaimana situasi kongres. Pintu didobrak dan berteriak-teriak, seperti mau perang. Banyak orang yang bukan peserta kongres diperkenankan masuk."
Anda katanya sudah membentuk tim kuasa hukum untuk menggugat Menpora?
"Sudah. Saat ini sudah saya serahkan kepada kuasa hukum untuk mengatur langkah-langkah. Kita kan negara hukum dan demokrasi. Jadi, kita serahkan saja."
Apa yang menjadi celah dalam gugatan tersebut?
"Ini sebenarnya persoalan sederhana. Jika dia tidak suka saya, tinggal bilang sama anggota, jangan lagi memilih Nurdin Halid lagi karena saya (Andi) tidak suka. Selesai, kan? Mana bisa jadi ketua umum kalau tidak dipilih anggota. Sederhana, kan? Tapi, ini dibikin rumit, dibikin sulit, dan diobok-obok. Buktinya, Anda bisa melihat."
"Sebelum dia menjadi menteri, apakah ada persoalan seperti ini? Tidak usah jauh-jauh. Waktu Kongres di Bali, kalau kelompok Saleh Mukadar tidak di-back-up, mana bisa mereka tembus di Bali. Anda coba analisis, deh. Tetapi, karena di-back-up, makanya dia berani buat kekisruhan. Itu sebenarnya yang harus dikartumerahkan, bukan PSSI yang dikartumerahkan. Bukan saya juga. Hal itu yang membuat saya tidak bisa menerima dizalimi seperti itu. Kok di depan matanya (ada yang) melakukan pelanggaran anarkis, tidak dikartumerahkan. Kok saya yang dikartumerahkan. Anda berkata jujur, deh."
Saat ini banyak pihak yang sebelumnya pendukung Anda, seperti Manajer Persisam Putra Samarinda, Harbiansyah Hanafiah, membelot. Bagaimana pandangan Anda?
"Coba tanya dia. Pengakuan kepada teman-teman yang bertanya, dia ditekan habis. Dia bilang itu sama Haruna. Jadi mereka terpaksa. Sahabat-sahabat saya itu bukan membelot. Dia mengikuti karena terpaksa. Bagaimana orang memilih pemimpinnya dengan baik kalau dipaksa."
Sebetulnya, apakah Anda memiliki masalah pribadi dengan Andi Mallarangeng?
"Enggak ada masalah pribadi. Hanya dibuat-buat itu saja, kan!"
Masih banyak yang disampaikan Nurdin Halid seputar konflik PSSI, dari masalah politik, sikapnya di Kongres PSSI nanti, sampai pada dampak kepada keluarganya. Bahkan, anaknya sampai berkelahi gara-gara pemberitaan tentang dirinya. Ikuti lanjutan wawancara berikutnya.


 Subscribe in a reader

Selasa, 05 April 2011

FIFA: Komite Normalisasi Ambil Kendali PSSI

Berita Bola (jakarta).

VIVAnews - FIFA akhirnya mengeluarkan keputusan menyangkut kemelut PSSI. Komite Darurat FIFA (FIFA Emergency Committee) pada 1 April 2011 memutuskan untuk membentuk Komite Normalisasi (Normalisation Committee) yang akan mengambil alih seluruh tugas Komite Eksekutif PSSI di bawah pimpinan Nurdin Halid.

Dalam pernyataan di situs resmi mereka, FIFA menilai PSSI tidak bisa lagi mengendalikan persepakbolaan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan kegagalan untuk mengendalikan run-away league (Liga Primer Indonesia) yang berjalan tanpa keterlibatan PSSI, dan juga dengan ketidakmampuan PSSI menggelar kongres untuk menetapkan tata tertib pemilihan (electoral code) dan memilih Komite Pemilihan.

Oleh karena itu, FIFA mengambil kesimpulan bahwa PSSI telah kehilangan kredibiltasnya dan tidak dalam posisi untuk menyelesaikan krisis yang terjadi saat ini.

FIFA menggariskan Komite Normalisasi bertugas untuk mengatur pelaksanaan pemilihan pengurus baru PSSI berlandaskan pada FIFA Electoral Code dan Statuta PSSI, paling lambat sebelum 21 Mei 2011.

Tugas kedua, Komite Normalisasi diinstruksikan untuk segera mengontrol pelaksanaan run-away league (LPI) atau menghentikannya sesegera mungkin. Komite Normalisasi juga diminta untuk menyelenggarakan aktivitas sehari-hari PSSI dengan semangat rekonsiliasi demi kebaikan persepakbolaan Indonesia.

FIFA menyatakan Komite Normalisasi harus terdiri dari orang-orang yang nantinya tak akan menempati posisi apapun di kepengurusan PSSI baru dan juga akan bertindak sebagai Komite Pemilihan. FIFA juga menyatakan empat kandidat ketua umum (Nurdin Halid, George Toisutta, Nirwan D. Bakrie, dan Arifin Panigoro) yang pencalonannya telah dianulir oleh Komite Banding pada 28 Februari lalu, tidak bisa mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PSSI.

Sumber : VIVAnews


 Subscribe in a reader

Kamis, 31 Maret 2011

Pemerintah tarik fasilitas PSSI

Berita Bola (jakarta).


Setelah pemerintah menarik fasilitas, pengurus PSSI kelompok Nurdin Halid mulai memindahkan barang-barang dari kantor PSSI. Fasilitas akan diberikan kembali bila pengurus baru sesuai aturan FIFA telah terbentuk.

berita selengkapnya lihat di sini


 Subscribe in a reader

Rabu, 30 Maret 2011

Statuta Direvisi, Rezim NH Tamat

Berita Bola (jakarta).

SAMARINDA, KOMPAS.com — Ketua Komite Pemilihan Ketua Umum PSSI hasil Kongres Riau, Harbiansyah Hanafiah, mengatakan, salah satu agenda Kongres PSSI 29 April mendatang adalah merevisi Statuta PSSI Pasal 35 Ayat 4, yaitu "...tidak sedang dinyatakan bersalah atas sesuatu tindakan kriminal pada saat kongres...". Revisi itu akan mengakhiri langkah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid untuk mencalonkan diri lagi pada periode 2011-2015.

"Pada kongres yang akan digelar nanti, salah satu agenda yang akan diputuskan adalah mengamandemen status PSSI yang telah dipelintir Nurdin Halid," kata Harbiansyah, seperti dilansir Antara.

"Dua hal penting yang akan direvisi adalah kata 'sedang' diganti dengan 'pernah' terlibat kasus pidana dan statuta yang menyebut pernah menjadi pengurus PSSI diganti pernah mengurus sepak bola minimal lima tahun,"

"Jadi, dengan revisi itu, tidak ada lagi celah bagi Nurdin Halid untuk lolos mencalonkan diri sebagai calon ketua umum PSSI," tambahnya.

Selain itu, Harbiansyah juga menyatakan akan memberikan peluang kepada George Toisutta, Arifin Panigoro, dan Nirwan Bakrie untuk mengajukan diri sebagai kandidat ketua umum PSSI 2011-2015.

"Ketiganya masih dimungkinkan ikut pada bursa ketua umum PSSI. Namun, kami masih melihat dulu hasil keputusan rapat yang akan digelar pada Kamis, 31 Maret 2011," ujarnya.

"Masalah teknis pelaksanaan kongres sejauh ini belum bisa saya sampaikan sebab baru akan diputuskan pada rapat Kamis nanti. Mengenai lokasi kongres, ada dua tempat yang akan kami ajukan, yakni Surabaya atau Balikpapan. Kedua kota itu kami nilai sebagai tempat yang netral," tandasnya.

Harbiansyah menambahkan, rapat tersebut akan diikuti 78 pemilik suara sah PSSI yang membentuk Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) dan 22 pemilik suara sah yang tidak masuk KPPN.

sumber : kompas bola

 Subscribe in a reader

Abi: LPI Bukan Alat Menjatuhkan Nurdin

Berita Bola (jakarta).


Penulis: Ferril Dennys | Editor: Hery Prasetyo


JAKARTA, KOMPAS.com — Bergulirnya Liga Primer Indonesia (LPI) sejak 8 Januari silam menuai pro dan kontra di dalam persepakbolaan Tanah Air. Banyak yang mengecam, tetapi tidak sedikit pula yang menilai LPI bak oase atas keringnya prestasi sepak bola Indonesia.

Yang paling menentang bergulirnya liga bentukan Arifin Panigoro tersebut adalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Mereka naik pitam setelah empat klub Liga Super Indonesia (LSI), yakni Persema Malang, Persibo Brojonegoro, PSM Makassar, dan Persebaya Surabaya, memilih bergabung dengan 15 klub baru yang ada di LPI.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid bersikukuh tidak mengakui tanpa pernah berkomunikasi lebih dulu dengan LPI. Mereka lebih sibuk melakukan upaya-upaya agar bisa menghentikan LPI daripada mencari solusi damai. Semua elemen yang terlibat dalam LPI seperti pemain, pelatih, wasit, dan lain-lain akhirnya dijatuhi hukuman oleh Komisi Disiplin PSSI.

Bahkan, pemain-pemain bertalenta yang berlaga di LPI, seperti Irfam Bachdim, Kim Jeffery Kurniawan, atau Andik Vermansyah, dilarang membela tim nasional. Terbentuknya LPI yang berdekatan dengan pemilihan kepengurusan baru PSSI sempat memunculkan spekulasi bahwa LPI hanya alat kepentingan Arifin Panigoro untuk duduk sebagai ketua umum dibandingkan tujuan mulia memperbaiki sistem persepakbolaan Tanah Air.
Apalagi, beberapa waktu lalu, Arifin bersama George Toisutta sudah terang-terangan menyatakan maju dalam kongres pemilihan ketua umum dan wakil ketua umum PSSI yang digelar 29 April mendatang. Lalu, apakah tujuan sebenarnya LPI dan apakah terkait untuk memuluskan langkah Arifin menuju posisi puncak di PSSI?
Saat ditemui di sebuah perkantoran, juru bicara LPI, Abi Hasantoso, berkesempatan menjawab hal itu kepada reporter Kompas.com, Ferril Dennys Sitorus, dan sejumlah pertanyaan pembaca. Berikut wawancaranya.

Mengapa menggunakan nama Liga Primer Indonesia? Apakah terinspirasi dari nama English Premiere League atau memang ingin menirunya (adjieh_rijal@yahoo.com)?

"Dulu ada sekitar 20 nama sebelum akhirnya memilih LPI. Akhirnya, kita memilih Liga Primer Indonesia dengan kata primer yang berbahasa Indonesia. Tentu saja rujukan kita salah satunya Liga Inggris. Kedua, kami merasa primer itu sesuatu yang baru sehingga kita populerkan. Dulu kita belajar ekonomi, ada kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Primer itu kata dari Indonesia walaupun kata serapan dari bahasa Inggris. Yang akhirnya pakai kata primer bagus juga ya, walaupun ada konotasi ke Liga Inggris. Ini sebuah strategi marketing kita juga supaya setiap orang gampang mengingat."

Bagaimana sebetulnya konsep LPI?

"Sebetulnya begini. Segala sesuatu harus ada yang berani mulai. Apalagi, kami mengambil langkah reformasi dan revolusi ketika kami mendapatkan amanat Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang. Setelah kami kaji, ada empat pilar untuk memperbaiki sepak bola di Tanah Air."

"Pertama adalah kompetisi yang kredibel. Kedua, pembinaan usia dini. Ketiga, Penerapan aplikasi sport science kepada sepak bola. Keempat, adalah pembenahan organisasi. Jadi kita mendahulukan pilar pertama karena sepak bola permainan yang berada di lapangan hijau. Namun, yang lebih penting, kita bisa menggelar kompetisinya lebih dulu dengan kompetisi yang kredibel dan menjunjung sportivitas."

"Selama ini, kompetisi yang ada sudah kehilangan kredibilitas. Cara meningkatkan kredibilitas, pertama, kita menggunakan pemain-pemain yang berkualitas. Makanya, di LPI ada marquee player, key player, dan idol player. Marquee player seperti Lee Hendrie (Bandung FC) dan Amaral (PSM Makassar). Pemain-pemain yang pernah membela negaranya. Ada key player, pemain-pemain yang punya nama besar dan skill bagus seperti Amancio Fortes (Semarang United). Dia adalah lulusan akademi Manchester United. Ada juga pemain lain seperti pemain asal Australia, Andrew Barisic, yang memperkuat Persebaya 1927 atau Emanuel De Porras yang membela Jakarta 1928."

"Ada juga idol player seperti Irfan Bachdim, Kim Jeffery Kurniawan, Andik Vermansyah, dan Rendi Irawan. Mereka adalah pemain-pemain muda yang bisa menginspirasi anak-anak untuk bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Ini salah satu yang ingin kami tingkatkan agar kualitas kompetisi menjadi kredibel. Selain pemain-peman tadi, kami juga menggunakan wasit asing. Kami ketahui, hampir seluruh wasit di Indonesia pernah bermasalah ketika di kompetisi-kompetisi lain."

"Ini yang kami yakini bahwa dengan adanya wasit asing menjunjung sportivitas dan fair play, kami terdorong lebih cepat. Meski begitu, kami juga yakin banyak wasit-wasit lokal yang bisa dipercaya. Bahkan, wasit-wasit yang dalam tanda kutip dibuang oleh PSSI, kami rangkul lagi dengan memberikan pelatihan di Bandung dan Magelang, saat ini menunjukkan performa yang bagus juga seperti halnya wasit-wasit asing."

Kenapa LPI tidak memperbaiki infrastruktur lapangan sepak bola lebih dulu? Sayang, pemainnya bagus-bagus, sedangkan beberapa kali tayangan di televisi saya melihat kondisi lapangan sangat memprihatinkan sehingga permainan tidak berkembang (z3tr33_tjhia78@yahoo.com)

"Jadi, betul kompetisi dulu yang kita mulai, walaupun harus diakui bahwa lapangan dan infrastruktur yang bagus memang juga harus disiapkan. Saat ini, kita juga sedang mencoba bekerja sama dengan pemerintah daerah yang sudah memiliki lapangan. Contohnya, kita ingin bekerja sama dengan Pemerintah Kota Malang, Surabaya, dan Makassar, dan pemerintah kota di 19 klub LPI."

Kerja sama konkretnya seperti apa?

"Kami akan mencoba memperbaiki fasilitas, terutama lapangan, yang kita anggap masih belum baik. Contohnya, nanti kita akan bekerja sama dengan pengelola Stadion Siliwangi di Bandung untuk memperbaiki lapangan dan area penonton. Jadi, itu contoh konkretnya. Kami yakin, klub-klub LPI bisa memiliki stadion-stadion sendiri nantinya. Tapi, akan mubazir kalau ada stadion bagus di beberapa kota, katakanlah di Malang, sayang sekali tidak dimanfaatkan. Oleh karena itu, kita akan mencari pola bentuk kerja sama dengan pemerintah kota di mana klub LPI itu berada untuk memanfaatkan dan memaksimalkan penggunaan stadion dengan meningkatkan kualitas lapangan dan infrastruktur yang ada."

Bagaimana cara LPI menjaring penonton karena selama ini ISL yang selalu menjadi perhatian penikmat sepak bola di Tanah Air?


"Tentu saja ini tantangan. Contoh, dengan empat klub yang pernah bermain di kompetisi lain, tidak ada masalah seperti Persebaya 1927, Persibo Brojonegoro, PSM Makassar, dan Persema Malang. Hampir setiap pertandingan mereka selalu penuh (penonton). Namun, jangan disangka, dari 15 klub baru itu, tiga di antaranya sudah memiliki penonton fanatik. Contohnya, Manado United, Solo FC, dan Bali de Vata. Ternyata tidak kita sangka-sangka, penontonnya seperti empat klub tadi."

"Kami juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk membantu dan mengembangkan 12 klub lain yang masih belum mendapatkan dukungan dari masyarakat. Itu pekerjaan rumah besar kami. Namun, kami yakin, dengan kompetisi bersih dan menarik ini, lama-kelamaan penonton akan datang ke stadion."

"Kami enggak bisa menggratiskan pertandingan karena LPI industri. Dari penontonlah kami bisa hidup. Enggak apa-apa ini proses alami, tetapi sudah ada terobosan yang dilakukan. Contohnya Persema Malang. Untuk menambah penontonnya, mereka bikin cheer leaders, atau kemarin ada disc jockey. Itu tantangan klub bagaimana stadion bisa menarik."

"Di Bojonegoro, walaupun penonton sudah penuh, mereka berusaha mempertahankan itu. Contohnya, mereka bikin doorprize motor. Mulai kemarin, pertandingan kandang Persibo akan menyediakan doorprize motor. Bayangin, harga motor Rp 13-Rp 15 juta, tetapi itu dikompensasi dengan penonton yang datang. Berarti, bahwa sebagian uang yang dibelanjakan penonton kembali ke mereka lagi. Bahkan, ada keuntungannya, misalnya, dapat motor itu mereka bisa foto bareng dengan pemain."

"Ada contoh lagi dari Solo FC. Dari penjualan tiket, Rp 500 dikembalikan lagi kepada penonton. Sebanyak Rp 200 diberikan kepada SSB. Misalnya, penonton jumlahnya 20.000. Dari harga tiket diambil Rp 500. Artinya, Rp 10 juta diberikan kepada masyarakat. Jadi, SSB mendapatkan dana Rp 4 juta dan PMI Kota Solo mendapatkan jumlah yang sama. Sisanya, diberikan kepada orang-orang yang tidak mampu."

"Klub-klub LPI juga datang ke SSB untuk mengampanyekan permainan sepak bola sejak muda. Beberapa klub sudah jalan, seperti Persibo, Bandung FC, dan Persema. Itu juga yang harus digalakkan untuk semua peserta LPI. LPI juga melakukan pembinaan usia muda, yaitu memutar roda kompetisi U-15 dan U-21. Kami mendahulukan U-21. Rencananya, kompetisi ini digelar Mei atau Juni, ketika putaran pertama akan berakhir."

Bagaimana dengan anggapan bahwa klub yang ada di LPI merupakan klub karbitan? 

"Bukan karbitan. Kita membentuk klub baru. Justru baru lebih bagus. Jadi dasarnya benar. Dasar pendiriannya dan dasar keuangannya benar."

Jadi lebih baik menciptakan klub baru daripada memperbaiki klub yang sudah ada?

"Iya betul. Karena tidak banyak masalahnya." 

Target apa saja yang dilakukan LPI dari musim ke musim (darsopn@yahoo.co.id)?

"Targetnya mungkin stadion bisa penuh karena sepak bola lebih asyik dengan penonton."

Apa LPI ini hanya sebuah usaha sementara untuk memperbaiki sistem persepakbolaan Tanah Air dan menjatuhkan rezim Nurdin Halid (spider.one13@gmail.com)?

"Tidak. Pak Arifin tidak mau jadi ketum PSSI. Saat ini dia diminta oleh klub atau pemilik suara. Kalau Pak Arifin tidak pernah mau. Saya pernah mengikuti dia rapat pada 2007 lalu. Waktu itu masih ada almarhum Ronny Pattinasarani. Pak Arifin didatangi oleh sejumlah orang untuk menjadi ketua umum bersaing dengan salah satu kandidat lain untuk menggantikan Nurdin yang saat itu dipenjara."

"Pak Arifin enggak mau karena money politic. Kata mereka, Pak Arifin tinggal nambah Rp 10 miliar sehingga jadi ketua umum. Tapi, Pak Arifin enggak mau. Akhirnya lahirlah Liga Medco. Bung Ronny bilang ke Pak Arifin bahwa kita bisa memajukan sepak bola dengan pembinaan usai dini. Oleh karena itu, terbentuklah Liga Medco di bawah usia 15 tahun. Pemain-pemain yang ada di Uruguay itu sebagian besar berasal dari Liga Medco."

Selain membicarakan soal konsep LPI, Abi juga akan membeberkan target besar LPI. Simak hasil wawancaranya dengan Kompas.com pada tulisan berikutnya.

sumber : Kompas bola


 Subscribe in a reader

Senin, 28 Maret 2011

Bola di Tangan FIFA

Berita Bola (jakarta).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hasil keputusan kongres yang diikuti 78 dari 100 anggota PSSI pemilik suara sah telah dikirimkan ke Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional, Minggu (27/3). Selanjutnya tinggal pelaksanaan kongres pemilihan ketua umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI.

Pada jumpa pers di Pekanbaru, Usman Fakaubun yang memimpin sidang kongres 78 anggota PSSI mengatakan, hasil keputusan kongres dikirim via surat elektronik ke markas FIFA di Zurich, Swiss, Minggu sekitar jam 04.30 WIB. Laporan bertitel Report on Football Association of Indonesia (PSSI) Congress itu ditujukan kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) FIFA Jerome Valcke dan Sekjen Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Alex Soosay.

Selain berisi laporan seputar pelaksanaan kongres, laporan tersebut juga memuat tanda tangan daftar hadir anggota PSSI, susunan anggota Komite Pemilihan serta Komite Banding yang dipilih melalui pemungutan suara, dan peraturan pemilihan untuk Kongres PSSI Tahun 2011. ”Mudah-mudahan FIFA mau mengakui kongres ini,” kata Usman, yang juga anggota Komite Pemilihan.

”Kalau FIFA tidak mengakui hasil kongres ini, yang penting kami diakui masyarakat dan Pemerintah Indonesia. Pengakuan FIFA itu nomor dua,” tutur Usman, Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Papua. FIFA mengirim wakilnya, Frank Van Hattum, anggota Komite Asosiasi FIFA.

Van Hattum, yang juga Ketua Asosiasi Sepak Bola Selandia Baru, tidak hadir dalam kongres 78 anggota PSSI karena segera diterbangkan pengurus PSSI ke Singapura. Ia juga tidak sempat memberi keterangan pers, berbeda dengan yang dilakukan Direktur Asosiasi Anggota dan Pengembangan FIFA Thierry Regenass saat menghadiri Musyawarah Nasional Luar Biasa PSSI di Ancol, Jakarta, tahun 2009.

Tanggapan PSSI
Terkait dengan kongres 78 anggota PSSI itu, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyayangkan pengambilalihan kongres. Ini karena masalah kesalahan administrasi dan undangan ke pemilik suara yang salah bisa diselesaikan secara administratif.

”Kalaupun Anda menyalahkan PSSI, apa pun FIFA hanya akan mengakui pengurus PSSI yang beralamat di Stadion Gelora Bung Karno X-XI,” kata Nugraha. Ia menegaskan, PSSI atas saran perwakilan FIFA dan AFC membatalkan kongres karena dinilai membahayakan keselamatan.

”Kondisi ini karena ada pihak lain yang ikut campur. Tidak tahu dari mana mereka, Anda tahu sendiri, Anda lihat sendiri,” ujarnya.

”Kami sebagai pengprov angkat tangan dan mengembalikan ke PSSI,” kata Indra Mukhlis Adnan, Ketua Panitia Lokal Kongres PSSI dan Ketua Pengprov PSSI Riau.

Melihat situasi terakhir, bisa diibaratkan ”bola” dalam kemelut PSSI kini berada di tangan FIFA. Melihat kasus serupa dalam kongres Federasi Sepak Bola Filipina (PFF) saat pergantian Ketua PFF Jose Mari Martinez oleh Mariano Araneta, November lalu, butuh waktu sebulan lebih untuk mengetahui sikap FIFA.
Di Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang ditemui di sela-sela acara sepeda gembira ”Bike for Nature” yang diselenggarakan Kompas pada Minggu pagi mengatakan, dirinya prihatin atas kekisruhan kongres PSSI.

Namun, Andi menegaskan, pengurus PSSI menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas kekisruhan ini. ”Sejak awal sudah saya ingatkan berkali-kali supaya PSSI melakukan kongres secara transparan, jujur, demokratis, dan penuh sportivitas,” katanya.

Ditambahkan, ia masih menunggu laporan, salah satunya dari Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo, termasuk ”legalitas” kongres yang dilanjutkan oleh anggota yang tidak dibolehkan mengikuti kongres oleh PSSI karena keanggotaannya tidak diakui. (ANG/SAM/OTW)

Sumber : Kompas


 Subscribe in a reader

Data Pertandingan 2011 - S.A.D. Indonesia

Berita Bola (jakarta).

26 Mar 2011 18:40:00

Seperti yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir, S.A.D. Indonesia kembali mengarungi kompetisi usia muda di Uruguay tahun 2011. Bedanya, kali ini diberangkatkan dua tim untuk mengikuti kompetisi U-19 dan U-17 di negara dua kali juara dunia itu. Syamsir Alam dan Zainal Haq tidak lagi bergabung dalam tim U-19 karena pindah berseragam Club Atletico Peñarol. Mereka berdua mengikuti kompetisi di divisi yang sama, tetapi Peñarol berada di grup yang berbeda.

Berikut rangkuman hasil-hasil pertandingan yang sudah berlangsung:

Liga Uruguay U-19
Turnamen Clasificatorio 2011
Cuarta Division - Grup I

5 Maret 2011
El Tanque Sisley 0-2 S.A.D. Indonesia
(Yandi Sofyan, Abdul Rahman Lestaluhu)

12 Maret
S.A.D. Indonesia 1-1 Defensor Sporting
(Abdul Rahman Lestaluhu pen.)

19 Maret
S.A.D. Indonesia 2-3 River Plate
(Yandi Sofyan 2)

25 Maret
S.A.D Indonesia 3-0 Racing
(Vava Mario, Rizky Pellu, Novri Setiawan)

Klasemen sementara:

No Tim Ma M S K G P
1 S.A.D Indonesia 4 2 1 1 8-4 7
2 Defensor Sporting 3 1 2 0 6-2 5
3 River Plate 3 1 2 0 5-4 5
4 Racing 3 1 1 1 5-7 4
5 Rentistas 1 1 0 0 2-1 3
6 Tacuarembo 1 0 0 1 2-3 1
7 El Tanque Sisley 3 0 0 3 2-9 0


Topskor:
3 - Yandi Sofyan
2 - Abdul Rahman Lestaluhu

Liga Uruguay U-17
Quinta Division - Grup I

5 Maret
El Tanque Sisley 1-1 S.A.D. Indonesia
(Agung Putranto)

12 Maret
S.A.D Indonesia 0-3 Defensor Sporting

19 Maret
S.A.D Indonesia 0-1 River Plate

25 Maret
S.A.D Indonesia 0-1 Racing

untuk data pemain liga S.A.D. Indonesia bisa dilihat di sini

sumber : goal.com

 Subscribe in a reader

Kamis, 24 Maret 2011

Mahasiswa Demo, Bakar Foto NH

Berita Bola (jakarta).
Pekanbaru - Menjelang pelaksanaan kongres PSSI di Pekanbaru, situasi memanas. Mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi penolakan kepemimpinan Nurdin Halid (NH). Bahkan mereka juga membakar foto Ketua Umum PSSI itu.

Aksi tersebut dilakukan oleh sekitar 40-an mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pecinta Bola (AMPB). Awalnya mereka melakukan orasi penolakan jalannya kongres PSSI di depan Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.

Selanjutnya, mahasiswa melanjutkan aksi penolakan kongres PSSI dan penolakan terhadap NH ke kantor KONI Riau, Jl Gajah Mada Pekanbaru. Di kantor ini, kembali mahasiswa meneriakan yel-yel anti NH.

Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menyebut, di seluruh daerah telah terjadi aksi penolakan terhadap NH. Mereka juga menuding bahwa PSSI dan juga NH telah menerima suap dalam jumlah yang besar pada perhelatan Piala AFF.

"Dalam pelaksanaan kongres PSSI di Riau, NH sudah membuat konspirasi busuk dengan pengusaha dan pejabat daerah yang ada di Provinsi Riau untuk memuluskan jalannya kongres!" teriak mahasiswa dalam orasinya.

Mereka juga menyinggung soal terlambatnya surat undangan sampai ke beberapa pemegang hak suara. Kendati PSSI sendiri sudah membantah dan mengklaim bahwa surat undangan beserta PO (Peraturan Organisasi) sudah dikirim.

"Ini akal bulus NH untuk memuluskan jalannya untuk tetap menjadi ketua umum PSSI. Satu sisi, PSSI Provinsi Riau juga merupakan antek-antek NH. Karena itu kami meminta KONI serta Pemprov Riau untuk menolak pelaksanaan kongres di Pekanbaru!" teriak mereka lagi.

Sebagai bentuk aksi protres, mahasiswa lantas membakar sejumlah foto NH di halaman KONI Riau. Mahasiswa berjanji akan melanjutkan aksi demonya saat kongres berlangsung.

Sumber : detiksport



 Subscribe in a reader

Selasa, 08 Februari 2011

Timnas Indonesia Bertolak ke Hong Kong

Berita Bola (jakarta).

Timnas Pra Olimpiade Indonesia Selasa (8/2) pagi sudah bertolak ke Hong Kong guna menunaikan satu laga ujicoba dengan mantan negara koloni Inggris itu. Pertandingan persahabatan dengan timnas U-21 Hong Kong akan dilangsungkan Rabu (9/2) malam, dan Kamis (10/2) pagi Yongki Aribowo dkk langsung kembali ke Jakarta.

Berkekuatan 22 pemain, rombongan timnas Pra Olimpiade Indonesia bertolak ke Hong Kong melalui Surabaya dengan penerbangan Garuda 302 pukul 06.00 wib pagi tadi, dilanjutkan dengan penerbangan Garuda 874 Surabaya-Hongkong puku 09.05 wib. Rombongan tim sepakbola Pra Olimpiade Indonesia ini tiba di Hong Kong pukul 14.45 waktu setempat.

Ada 22 pemain yang disertakan dalam lawatan singkat ke Hongkong ini. Mereka terdiri dari tiga penjaga gawang, lima pemain belakang, tujuh pemain tengah, dan tujuh pemain depan. Mereka adalah, kiper: Kurnia Meiga Hermansyah, Andritany Ardhiyasa, Muhamad Ridwan, belakang: Rachmat Latif, Gunawan Dwi Cahyo, Seftia Hadi, Ruben Wuarbanaran, Johan Ahmat Farizi, Dias Angga Putra, David Laly, Oktovianus Maniani, Egi Melgiansyah, Safri Umri, Hendro Siswanto, Nasution Karubaba, depan: Titus Bona, Engel Berd Sani, Rishadi Fauzi, Johan Yoga Utama, Yongki Ari Bowo, Aris Alfiansyah, Dendi Santoso.

Tak semua pemain yang dibawa ke Hongkong berada dalam kondisi fisik yang baik. Beberapa pemain masih didera cidera ringan, termasuk bintang timnas AFF Suzuji Cup, Octovianus Maniani. Namun, mereka tetap dibawa meskipun masih belum tentu bisa dimainakan secara penuh.

Seluruh ofisial timnas Pra Olimpiade turut serta pada lawatan ke Hongkong ini, termasuk asisten manajer Adika Nuraga Bakrie, yang akrab disapa Aga. Namun, pimpinan rombongan tetap dijabat oleh Deputi Teknik Badan Tim Nasional Indonesia (BTNI) PSSI Iman Arif.

Keberangkatan timnas ke Hongkong semula akan dipimpin langsung oleh manajer tim Adjie Massaid. Akan tetapi, manajer flamboyan itu tak dinyana harus menghadap Sang Khalik pada Sabtu (5/2) lewat tengah malam lalu karena serangan jantung. Almarhum Adjie Massaid sangat intens dalam mengawal proses latihan timnas Pra Olimpiade ini, sebagai bagian dari timnas yang akan diterjunkan ke SEA Games XXVI mendatang. Adjie Massaid bertekad timnya bisa menggapai gelar juara sekaligus merebut medali emas pada SEA Games tersebus. Tekad Adjie Massaid tentrunya akan turut diperjuangkan oleh Aga Bakrie dkk.

"Insya Allah saya akan berjuang keras untuk menunaikan tekad mas Adjie almarhum," demikian antara laain dikemukakan Aga, sebelum bertolak menuju Hongkong pagi tadi.

Tim ofisial timnas Pra Olimpiade Indonesia seluruhnya juga bertolak ke Hongkong, yakni pelatih kepala Alfred Riedl, asisten pelatih Wolfgang Pikal, Widodo C. Putro, 6. Edy Harto, dr Alex; dr Erwin; fisioterapis M.Yanizar; serta Sudir; masseur, dan Dedy; perlengkapan.(adi)
sumber : PSSI


 Subscribe in a reader

Ujian Awal Timnas U-23 adalah Hong Kong

Berita Bola (jakarta).

TEMPO Interaktif, Jakarta - Uji coba tim sepakbola nasional U-23 di Hong Kong, diharapkan dapat menjadi gambaran menyeluruh hasil persiapan mereka dalam satu bulan terakhir ini.

Pelatih tim nasional Alfred Riedl menyatakan, uji coba di Hong Kong yang rencananya akan berlangsung Rabu (9/2) ini merupakan uji ketangguhan anak-anak asuhnya. "Ini semacam uji coba bagaimana tim bisa menghadapi tekanan," kata Riedl.

Menurut Riedl, upaya untuk menguji Yongki Aribowo cs melawan Hong Kong tanpa persiapan matang. "Saya tidak tahu apakah bisa latihan di sana setelah sampai, karena mereka kemungkinan tidak biasa dengan lapangan sintetis," kata Riedl. Kemungkinan besar lapangan yang digunakan pada laga melawan timnas Hong Kong U-23 nanti adalah lapangan sintesis.

Bagi Riedl, kondisi yang seperti serba diburu waktu ini dapat menjadi modal yang baik bagi anak-anak asuhnya. "Karena saya juga ingin melihat respons mereka seperti apa dan saya bisa tahu apalagi yang harus dilakukan," katanya. Diharapkan juga nantinya tidak ada pemain yang justru menjadi cedera di sana.

Di dalam penilaian Riedl, anak-anak asuhnya sama sekali tidak memiliki skill individu yang baik. Hal itu pun tidak mudah diubah dalam jangka waktu singkat. "Tetapi dengan waktu persiapan yang panjang, kita bisa mencapai kondisi yang lebih baik untuk menghadapi SEA Games nanti," katanya.

Lebih lanjut Riedl menyatakan bahwa memang sulit untuk meningkatkan kemampuan anak-anak asuhnya menjelang pertandingan pra-olimpiade melawan Turkmenistan yang akan berlangsung pada 23 Februari (kandang) dan 9 Maret (tandang). "Waktunya tidak akan cukup untuk membuat banyak perubahan, tetapi kita akan mencoba sekuat tenaga," katanya.

Yongki cs bertolak ke Hong Kong sejak Selasa (8/2) pagi. Rencana sebelumnya, mereka bakal bertanding dua kali di sana. Tetapi, rencana itu harus dibatalkan setelah tidak terjadi kesepakatan terkait jadwal. Setelah uji coba di Hong Kong, timnas U-23 akan libur dan baru mulai berlatih lagi pekan depan.

Asisten pelatih Wolfgang Pikal menyatakan masih ada satu uji coba lagi yang akan digelar di Jakarta pada 19 Februari mendatang. Namun, Pikal masih belum menyebutkan lawan tanding timnas U-23 ini. "Yang jelas nanti kami akan uji coba satu kali lagi melawan salah satu klub di sini (Indonesia)," katanya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Teknis Badan Tim Nasional Iman Arif menyatakan bahwa diharapkan ada satu tim dari Liga Super Indonesia yang bisa menjadi lawan mereka. "Atau bisa juga melawan timnas senior piala AFF (2010)," katanya.


 Subscribe in a reader

Adjie Massaid meninggal

Berita Bola (jakarta).

JAKARTA, KOMPAS.com Politisi muda Partai Demokrat yang juga anggota Komisi V DPR RI, Raden Pandji Chandra Pratomo Samiadji Massaid atau populer dengan panggilan Adjie Massaid, meninggal di RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Sabtu (5/2/2011) dini hari.
"Kami semua staf Ibu Angie (Angelina Sondakh, istri Adjie Massaid) sangat terkejut dan terpukul mendengar kabar ini," kata Ayob, Staf Sekretariat Angelina Sondakh di Komisi IX DPR RI, sebagaimana dikutip Antara, beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi. Hal senada juga diutarakan Franky Sondakh, kakak kandung Angelina Sondakh (saudara ipar Adjie Massaid) yang tak bisa berkata banyak. "Peristiwanya begitu cepat dan kami semua masih belum percaya ini terjadi," kata Ridhwan, Staf Bidang Media Angelina Sondakh.
Dari beberapa informasi yang diperoleh, Adjie Massaid meninggal setelah bermain futsal, salah satu olahraga kegemarannya. "Beliau itu gemar berolahraga. Makanya tidak menyangka jadi begini," kata Ayob.
Adjie meninggal dalam usia 43 tahun. Suami model dan mantan Putri Indonesia, Angelina Sondakh, ini lahir pada 7 Agustus 1967 di Jakarta. Adjie telah dua kali terpilih sebagai anggota DPR RI, yakni pada 2004-2009 dan kini 2009-2014.
Dari istri pertamanya, penyanyi Reza Artamevia, dia dikaruniai dua anak. Mereka bercerai tahun 2005. Setelahnya Adjie meminang Angelina Sondakh yang juga anggota DPR RI dari Partai Demokrat. Mereka menikah pada 29 April 2009 dan kini punya seorang putra.
Belum jelas bagi pihak keluarga, apa penyebab meninggalnya Adjie Massaid. Namun, Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah kepada pers menyatakan, anak buahnya itu mengeluh sakit tadi malam. "Yang jelas, partai kami kehilangan seorang kader dan politisi muda yang tangguh," ujarnya.
Menurut rencana pihak keluarga, jenazah Adjie Massaid akan disemayamkan di rumah duka di Taman Cilandak, Jakarta Selatan.



 Subscribe in a reader

Jumat, 28 Januari 2011

Riedl Larang Pemain Bela Klub

Berita Bola (jakarta).




JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota tim nasional Indonesia untuk Pra-Olimpiade 2012 tidak diizinkan Manajer Alfred Riedl membela klub selama mengikuti pemusatan latihan, sejak 27 Januari lalu sampai awal Maret mendatang. Demikian disampaikan pelatih tim nasional Alfred Riedl.
Hal tersebut berkaitan dengan usaha Sriwijaya FC menarik pemainnya, Oktovianus Maniani, tetapi tidak diizinkan Riedl. Keputusan ini seusai dengan peraturan Badan Tim Nasional, yang menyebut 25 pemain peserta pelatnas Pra-Olimpiade 2012 tidak boleh membela klubnya hingga awal Maret nanti.
Meski begitu, Sriwijaya tetap menilai Riedl tidak adil karena sebelumnya mengizinkan kiper Kurnia Meiga dan gelandang Nasution Karubaba meninggalkan pelatnas untuk membela klub mereka, yaitu Arema Indonesia dan Perseman Manokwari.
"Saya membolehkan Kurnia Meiga karena ia sudah minta izin sepuluh hari sebelum pelatnas digelar. Sementara Sriwijaya mengajukan surat pada hari Senin dan mereka meminta Okto pulang pada hari Kamis. Saya tidak bisa (mengizinkan mereka)," tutur Riedl.
"Kurnia Meiga dan Nasution Karubaba adalah yang terakhir (diizinkan kembali ke klub). Tidak ada lagi pemain yang boleh pergi," tambahnya.
Sementara itu, Deputi Badan Tim Nasional Iman Arif mengaku akan bertemu dengan PT Liga Indonesia untuk menyelesaikan permasalahan ini. "Seakan-akan klub merasa ada pilih kasih karena Kurnia bisa bermain, sedangkan pemain lain tidak bisa. Hal ini yang akan kami jelaskan kepada klub. Saya akan bertemu dengan Liga untuk mengidentifikasi masalah. Kemudian, (CEO PT Liga Indonesia) Joko Driyono  akan berbicara kepada klub," ujar Iman.
Dikatakan juga oleh Iman, pelatnas pra-olimpiade bukanlah pelatnas jangka panjang. "Ada kesalahan yang dilakukan media dalam memahami pelatnas pra-olimpiade. ini bukan pelatnas jangka panjang karena pemain akan dipulangkan pada 9 Maret nanti. Kemudian beberapa pemain dari timnas pra-olimpiade yang terpililih di timnas SEA Games 2011 akan mengikuti pelatnas jangka panjang," paparnya.

Sumber : Kompas bola


 Subscribe in a reader

Selasa, 18 Januari 2011

Surat FIFA untuk PSSI

Berita Bola (jakarta).

Telah beredar di Internet, sebuah surat yang berasal dari FIFA untuk PSSI. Isi surat ini menerangkan bahwa FIFA memerintahkan agar PSSI memberikan sikap tegas kepada LPI dan pihak-pihak yang terkait. 
 
Berikut ini kutipan lengkap surat FIFA tersebut, yang beredar di internet:

FACSIMILE
Football Association of Indonesia (PSSI)
Mr Nugraha BESOES
General Secretary
Jakarta

Fax +62215754766

Zurich, 11 January 2011

The case of Liga Premiere in Indonesia (LPI)



Dear General Secretary

We acknowledge receipt of you letter dated 10 January 2011 with regard to the case of the Liga Premiere (LP) in Indonesia and we thank you for it.

The role of the football Association of Indonesia (PSSI) is to organize and supervise football in all its form at national level, as well as to control association football in the territory of your country, as staved in the FIFA statutes as well as in the PSSI statutes (cf. also art 10 and 12 of the FIFA statutes. Furthermore, leagues to a Member of FIFA shall be subordinate to an recognized by that Member (cf. art 8 par. 1 of the FIFA statutes)

We understand from your letter that the PSSI has early reminded on several occasions all relevant parties about the situation under these circumstance and according to FIFA statutes PSSI should sanction all affiliated clubs, affiliated officials and with PSSI registered players including representative team players taking part in the LPI.

We remind you that PSSI must fully comply with FIFA statutes and violation to do so may lead to sanctions (art 13 of the FIFA statutes)

We kindly ask you to send us informed about any development in the regard as we will continue to follow closely the situation. Should the problem persist, we will have no choice but to refer the case to the FIFA Associations Committee scheduled on 1 March 2011 in order to decide on the measures to be taken.


We thank you for your cooperation.


SINCERELY YOURS,
FEDERATION INTERNATIONALE FOOTBALL ASSOCIATION

General Secretary
Jerome Valcke

CC: Alex Soosay, AFC General Secretary

Buat yang kurang ngerti sama Bahasa Inggris, bisa langsung di translate pake google translate atau aplikasi yang lainnya.

Memang terlihat kurang baik (mungkin) dalam tata bahasanya, seperti di lansir oleh beberapa media seperti liputan6 dan detik. Tapi itu memang surat asli kok, seperti di lansir oleh republika dan detik.


 Subscribe in a reader

Tanpa Irfan Bachdim untuk Timnas U 23

Berita Bola (jakarta).



Dukungan Rakyat Indonesia untuk Irfan Bachdim


Irfan Bachdim dipastikan tidak masuk ke dalam jajaran Timnas U 23 yang dipersiapkan untuk Pra Olimpiade. Selain itu dari 25 pemain yang telah ditetapkan oleh pelatih Alfred Riedl juga tak satupun mencantumkan pemain yang bermain di Liga Primer Indonesia (LPI).

Ini berarti, pecinta sepakbola Indonesia dipastikan tak bisa menyaksikan aksi Irfan Bachdim yang bermain bagus saat piala AFF Suzuki Cup 2010 lalu. Mantan pemain FC Utrecht dan HFC Haarlem ini memang memperkuat Persema Malang yang menjadi kontestan LPI.

Seperti diketahui kompetisi LPI ditentang keras PSSI yang hanya mengakui Liga Super Indonesia (LSI). Hal ini menimbulkan dugaan campur tangan PSSI dalam penetapan pemain oleh Riedl. Namun, hal itu dibantah Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.

Tidak ada perintah dari PSSI. Mandat penuh telah diberikan kepada pelatih,” kata Nurdin menjawab pertanyaan wartawan soal dugaan keterlibatan PSSI dalam penetapan pemain, Senin (17/1).

Dari pengumuman yang diberikan PSSI tersebut, skuad yang dipanggil bisa berubah sewaktu-waktu jika pemain mengalami cedera atau bersikap indisipliner. Bisa juga digantikan karena mengalami penurunan performa saat pemusatan latihan.

Sumber : jpnn.olahraga.com dan MediaIndonesia.com


 Subscribe in a reader

Inilah 25 Pemain Timnas U-23 Pra Olimpiade

Berita Bola (jakarta).
INILAH.COM, Jakarta - Badan Tim Nasional Indonesia akhirnya merilis 25 pemain hasil seleksi Praolimpiade, Senin (17/1), ditambah satu pemain lagi yang tengah menanti kewarganegaraan Indonesia.

Timnas Indonesia saat latihan

25 pemain tersebut disaring pelatih Alfred Riedl beserta stafnya dari sekitar 80 pemain yang mengikuti seleksi sejak 6 Januari lalu.

Tiga tempat diisi pemain muda yang sudah tampil di Piala AFF 2010, ketiganya tanpa mengikuti seleksi lebih dulu, yakni kiper Kurnia Meiga (Arema Indonesia), Yongki Aribowo (Penyerang/Arema) dan Oktovianus Maniani (Sriwijaya FC/Winger).

Arema menyumbangkan pemain terbanyak, yakni empat orang, termasuk Meiga. Diikuti Sriwijaya FC dengan tiga orang, termasuk Okto.

Pemain pertama yang berhasil dinaturalisasi lewat program naturalisasi PSSI untuk Praolimpiade dan SEA Games 2011, Kim Kurniawan justru tak masuk. Kim sudah dicoret sejak tahap seleksi karena menyeberang ke Liga Primer Indonesia.

Satu pemain yang sedang dalam program naturalisasi PSSI, Ruben Wuarbanaran asal Belanda, saat ini tengah mengurus persyaratan mendapatkan Kewarganegaraan Indonesia.

Bila selesai tepat waktu, namanya akan disertakan dalam pemusatan latihan yang dimulai Senin depan (24/1), bila tidak, Ruben akan diproyeksikan untuk SEA Games 2011.

Ke-25 pemain yang sudah dipastikan terpilih akan bergabung dalam pemusatan latihan untuk menghadapi laga pertama Praolimpiade melawan Turkmenistan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 23 Februari mendatang.

Inilah Daftar Nama 25 Pemain Timnas U-23 Pra Olimpiade:

1. KURNIA MEGA ( AREMA INDONESIA)

2. ARDITANI ARDIYASA ( PERSIJA )

3. MUHAMAD RIDWAN ( PERSITA )

4. ABDUL HAMID MONY ( PERSIBA )

5. SAFRI UMI ( PERSIRAJA )

6. DIAZ ANGGA PUTRA ( PERSIB )

7. AHMAD FARIZI ( AREMA INDONESIA )

8. GUNAWAN DWI CAHYO ( SRIWIJAYA FC )

9. RAHMAT LATIF ( SRIWIJAYA FC )

10.FACHRUDIN ( PS. SLEMAN )

11.SEPTIA HADI ( PSPS PEKANBARU)

12. OKTO MANIANI ( SRIWIJAYA FC )

13. DENDI SANTOSO ( AREMA INDONESIA )

14. EGI MELGIANSYAH ( PELITA JAYA )

15. HENDRO SISWANTO ( LAMONGAN )

16. RAMDANI LESTALUHU ( PERSIJA )

17. NASUTION KARUBABA ( PERSEMAN )

18. ENGELBERTH SANI ( PELITA JAYA )

19. JOHAN YOGA ( PERSIB )

20. RISHADI FAUZI ( PERSITA )

21. ARIS ALFIANSYAH ( PERSELA )

22. TITUS BONAI ( PERSIPURA )

23. RISKY NOVRIANSYAH ( PERSIJAP )

24. DAVID LALI ( PERSIPURA )

25. YONGKI ARIWIBOWO ( AREMA )

Sumber : inilah.com


 Subscribe in a reader

Senin, 17 Januari 2011

Hari Ini Riedl Umumkan Pemain Timnas U-23 Pra Olimpiade

Berita Bola (jakarta).
Pelatih tim nasional U-23 Alfred Riedl

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia Alfred Riedl akan mengumumkan pemain yang lolos seleksi untuk proyeksi Pra-Olimpiade lewat Ketua Badan Tim Nasional, Iman Arif, Senin (17/1/2011).

Rencananya Riedl akan mengumumkan 25 nama-nama pemain untuk memperkuat Timnas dalam pra Olimpiade pada sore nanti.

Hari ini merupakan hari terakhir Riedl melakukan seleksi Timnas. Ada dua kali latihan lagi yang bakal dilaksanakan Riedl pada pagi dan sore hari ini.

Untuk seleksi tahap ketiga yang dilakukan hingga sore kemarin, jumlah peserta seleksi tercatat hanya tinggal 24 pemain dari jumlah total yang mengikuti seleksi tahap ke 3 sebanyak 26 pemain.

Vendry Mofu dan Vincent Partosoebroto dinyatakan harus angkat koper terlebih dahulu sebelum pengumuman pemain yang bakal bergabung mengenakan kaos tim garuda.

"Kami akan mendiskusikan besok (Senin, 17/1/2011). Iman Arif yang akan menyampaikannya usai latihan besok sore. Yang pertama kali akan saya umumkan adalah siapa saja pemain yang dipilih untuk Pra-Olimpiade," kata Riedl di lapangan C Senayan, kemarin.

Copast dari Tribun News.


 Subscribe in a reader

Rabu, 12 Januari 2011

Klub LPI Tak Diakui FIFA




JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabusala mengatakan bahwa Liga Primer Indonesia (LPI) yang telah dideklarasikan tak akan bisa berkiprah di ajang Kejuaraan Sepak Bola Asia (AFC) dan Sepak Bola Dunia (FIFA) karena tidak berada dalam asuhan PSSI.

"Tiga hari sebelum hari Lebaran saya telah bertemu dengan penggagas Liga Primer Indonesia, Arifin Panigoro. Saya sampaikan kalau gagasan yang disampaikan sangat baik," kata Andi Darussalam, Jumat (17/9/2010).

"Namun, saya juga katakan kalau kompetisi yang tidak berada di bawah PSSI tidak akan mempunyai ruang untuk bicara di tingkat AFC dan FIFA."

Andi mengungkapkan bahwa pihaknya pada Jumat siang telah mengumpulkan seluruh peserta ISL 2010-2011 yang dihadiri 16 peserta. Hal itu dilakukannya dalam rangka mengantisipasi dideklarasikannya LPI yang digagas pengusaha nasional Arifin Panigoro di Griya Jenggala pada hari yang sama.

Menurut Andi, rencana untuk menggelar LPI tidak bisa lagi dianggap sekadar wacana sebab, menurutnya, sudah ada beberapa sponsor yang bersedia untuk menopang penyelenggaraan LPI.

Karena itu, kata Andi, PT Liga Indonesia sebagai pengelola kompetisi sepak bola di Indonesia harus memberikan tanggapannya terkait munculnya LPI. Bahkan, Andi dengan tegas mengingatkan para peserta ISL untuk menaati statuta yang berlaku.

"Tadi saya mengundang seluruh peserta ISL dan mayoritas mereka hadir. Hanya dua yang tidak mengirimkan wakilnya, yakni Persipura dan Persisam," kata Andi.

"Dalam pertemuan itu saya sampaikan kepada mereka untuk tetap berjalan sesuai dengan statuta yang berlaku. Dan, mereka sudah tahu konsekuensinya bila melanggar statuta. Karena itu, saya tidak perlu menjelaskannya lagi," katanya.

Ditambahkan Andi, dalam pertemuan tersebut, semua klub menyatakan komitmennya untuk tetap tampil di Liga Super Indonesia (LSI), sedangkan Persipura dan dan Persisam sejak awal telah sepakat dengan apa pun hasil pertemuan.

Andi kembali menegaskan bahwa LSI 2010-2011 akan tetap digelar mulai 26 September 2010. Kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia ini akan diawali dengan pertandingan Community Shield pada 25 September 2010.

"Saya tidak perlu tanda tangan dan tidak perlu ada deklarasi karena kita adalah olahragawan, dan ucapan kita bisa dipercaya," kata Andi.

Andi menambahkan bahwa kepada para peserta yang ingin bergabung dengan LPI agar melapor sebelum 26 September 2010. "Dengan demikian, kita bisa mencari penggantinya dari bawah," katanya menandaskan. (ANT)

copast dari kompas