Selasa, 12 April 2011

Liga Inggris Per 12 April 2011

Berita Bola (jakarta).

Hasil Pertandingan dan Klasemen Liga Inggris Per 12 April 2011



 Subscribe in a reader

Liga Spanyol per 12 April 2011

Berita Bola (jakarta).

Klasemen sementara dan Hasil Pertandingan terakhir Liga Spanyol per 12 April 2011



 Subscribe in a reader

Valencia Tenggelamkan "Kapal Selam Kuning"

Berita Bola (jakarta).

VALENCIA, KOMPAS.com - Valencia berpesta lima gol di kandang sendiri, Stadion Mestalla, saat menjamu Villarreal pada lanjutan Liga BBVA, Minggu atau Senin (11/4/2011) dini hari WIB. Tanpa ampun, "Kelelawar Mestalla" menenggelamkan "Kapal Selam Kuning" 5-0.
Villarreal memang masih berada di peringkat keempat (tempat terakhir jatah Liga Champions). Namun, kekalahan itu meruntuhkan kepercayaan diri mereka. Mereka juga bertahan dengan nilai 54. Dengan sisa tujuh pertandingan, Villarreal masih terancam dari Sevilla yang berada di bawahnya dengan nilai 46.
Sebaliknya, Valencia makin kokoh di tempat ketiga dengan nilai 60. Tiket ke Liga Champions pun hampir pasti berada di saku mereka.
Kemenangan itu tidak terlepas dari penampilan impresif dua penyerang Valencia, yakni Roberto Soldado dan Juan Mata. Keduanya masing-masing mencetak dua gol pada laga tersebut.
Pertandingan baru bergulir 13 menit, Stadion Mestalla bergemuruh menyambut gol yang diciptakan Roberto Soldado. Berhasil menguasai umpan terobosan yang dilepaskan Miguel, Soldado menggiring bola dan kemudian melepaskan tembakan keras ke sudut kanan bawah gawang Villarreal.
Soldado nyaris kembali menggetarkan gawang "Kapal Selam Kuning" pada menit ke-22. Sayang, bola tembakannya berhasil dimentahkan Diego Lopez.
Villarreal bukan tanpa perlawannan. Tim tamu berusaha membongkar kokohnya pertahanan "Kelelawar Mestalla". Villareal memiliki peluang emas pada menit ke-35. Nilmar nyaris mencetak gol balasan lewat tembakan keras yang dilepaskannya di dalam kotak penalti. Sayang, kiper Valencia, Cesar, berhasil memblok bola tembakan pemain asal Brasil itu.
Tidak berselang lama, gawang Valencia kembali terancam lewat tembakan bebas Borja Valero. Namun, lagi-lagi, Cesar berhasil membaca arah bola dan kemudian menepisnya. Kegagalan itu memaksa Villarreal harus mengakui keunggulan Valencia 0-1 pada babak pertama.
Selepas turun minum, Valencia benar-benar berpesta gol. Dalam tempo 15 menit, gawang Villarreal bergetar dua kali. Gol pertama babak ini dilesakkan Juan Mata pada menit ke-56. Berawal dari serangan balik yang dipimpin Ever Banega, Mata langsung melepaskan tembakan keras tanpa mampu dihalau oleh Lopez.
Enam menit kemudian, giliran Mata yang berkontrubusi besar atas terciptnya gol Benega. Rapuhnya lini pertahanan Villarreal benar-benar dimanfaatkan oleh Valencia. Itu terllihat dari serangan balik yang dipimpin Mata dari sektor kiri jantung pertahanan Villarreal. Tanpa ampun, Benega yang sudah menunggu di kotak penalti, melepaskan tembakan keras menyambut umpan Mata, 3-0.
Tertinggal jauh, permainan Villarreal semakin berantakan. Tidak terlihat koordinasi yang mantap di lini pertahanan mereka. Celah ini kembali dimanfaatkan Valencia, hingga akhirnya gol keempat tercipta pada menit ke-73. Mata berhasil memaksa Lopez kembali memungut bola di gawangnya sendiri setelah berhasil memaksimalkan bola rebound hasil tembakan Pablo Hernandez.
Dua menit kemudian, pemain Villarreal melakukan kesalahan fatal di wilayah pertahanannya sendiri sehingga bola berhasil direbut oleh Mehmet Topal. Menerima umpan Topal, Soldado mencungkil bola. Lopez pun tidak bisa berbuat apa-apa untuk menggagalkan bola bersarang di gawangnya. Gol Soldado itu menjadi gol pamungkas pada pertandingan ini, sekaligus memastikan kemenangan Valencia 5-0.

Susunan Pemain
Valencia:
Cesar; Marius Stankevicius, Miguel, Miguel Ricardo Costa, Jeremy Mathieu; Pablo, Mehmet Topal, Ever Maximiliano Banega, Facundo Costa; Roberto Soldado, Juan Manuel Garcia Mata

Villarreal: Diego Lopez: Carlos Marchena, Joan Capdevila, Mario Perez, Olivas Francisco Jose Alba Kiko, Mateo Pablo Mussachio; Santi Cazorla, Borja Valero, Soriano Llido Bruno; Nilmar, Giuseppe Rossi (Wakaso 70)

Hasil Klasemen Liga Spanyol bisa dilihat di sini

Sumber : Kompas.com


 Subscribe in a reader

Ibra Diusir, Milan Tetap Menang

Berita Bola (jakarta).

FLORENCE, KOMPAS.com - Dalam keadaan unggul 2-1, AC Milan kehilangan Zlatan Ibrahimovic akibat kartu merah pada menit ke-85 pertandingan Serie-A melawan Fiorentina, Minggu (10/4/2011). Meski begitu, mereka mampu mempertahankan keunggulan sampai akhir.
Milan unggul lebih dulu melalui Clarence Seedorf pada menit kedelapan. Gol bermula dari umpan terobosan Zlatan Ibrahimovic, yang tampaknya diarahkan kepada Seedorf. Namun, bola dipotong Gianluca Comotto.
Beruntung bagi Milan, Pato berhasil merebut bola dan dengan kepalanya mengirim bola kepada Seedorf. Seedorf berhasil menguasai bola dan menembakkannya masuk gawang tuan rumah.
Pato nyaris mencatatkan namanya sendiri dalam daftar pencetak gol pada menit kesepuluh. Setelah menguasai umpan terobosan Seedorf, ia berhadapan satu lawan satu dengan Boruc dan melepaskan tembakan, yang sayangnya masih bisa ditepis Boruc.
Fiorentina yang sempat menekan pada awal-awal laga sempat mengalami penurunan performa setelah dua serangan beruntun itu. Baru pada menit ke-15, mereka menunjukkan tanda-tanda bangkit.
Selain mampu meredam serangan Milan, mereka juga nyaris menyamakan kedudukan melalui Marco Danadel pada menit ke-18. Namun, eksekusi Donadel yang secara akurat menyasar sudut kanan bawah gawang bisa dijinakkan Christian Abbiati.
Meski gagal, Fiorentina terus berusaha mempertahankan tekanan mereka. Sayang, agresivitas mereka tidak didukung akurasi umpan yang baik, sehingga serangan mereka kerap kandas di tengah jalan.
Nasib Milan juga tidak lebih baik. Meski mampu menghindarkan diri dari ancaman, mereka juga kesulitan mengalirkan serangan sampai tuntas akibat sikap disiplin barisan belakang Fiorentina.
Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi saling rebut bola dan usaha saling serang. Namun, tak ada gol baru tercipta sampai Pato berhasil menyepak umpan Kevin-Prince Boateng masuk ke sudut kanan bawah gawang Fiorentina pada menit ke-41.
Milan mendapatkan dua peluang emas dari Ibrahimovic pada menit ke-51 dan ke-53. Namun, kedua eksekusi Ibra meleset dari sasaran.
Tekanan Milan memaksa pelatih Sinisa Mihajlovic menarik Cesare Natali dan Marco Donadel dan memasukkan Per Kroldrup dan Valon Behrami pada menit ke-56 dan ke-62.
Setelah pergantian itu, Fiorentina bermain dalam tempo lebih lambat dan memainkan penguasaan bola. Dengan perubahan itu, meski tanpa peluang berarti, mereka mulai bisa mengimbangi permainan Milan.
Memasuki menit ke-70, Fiorentina mulai konsisten memberikan tekanan pada Milan. Pada menit ke-71, misalnya, Alberto GIlardino melakukan penetrasi yang berujung eksekusi. Namun, tembakan itu bisa dijinakkan Abbiati.
Sekitar dua menit setelahnya, GIlardino kembali berhasil menembus kotak penalti Milan. Namun, belum sempat melakukan eksekusi, ia jatuh setelah berkontak fisik dengan Seedorf.
Wasit tidak menghadiahkan penalti untuk Fiorentina, melainkan kartu kuning untuk Gilardino, yang mungkin dinilainya diving.
Keputusan itu mengundang teriakan-teriakan bernada cemoohan dari suporter. Di sisi lain, Fiorentina terus mempertahankan intensitas permainan mereka dan nyaris tanpa terancam mereka berhasil mengikis ketinggalan menjadi 1-2 berkat gol Juan Vargas pada menit ke-77.
Gol bermula dari tembakan Riccardo Montolivo yang diblok Abbiati. Vargas berhasil menjangkau bola muntah dan menembakkannya. Bola masuk sudut kanan bawah gawang Abbiati setelah sempat mengenai Gennaro Gattuso.
Sebelum kembali tertekan, Milan memperbaiki penguasaan bola mereka dan dalam waktu singkat sudah kembali mengendalikan jalannya permainan.
Namun, belum lagi mampu membuat gol, Milan kehilangan didera bencana kartu merah, yang diterima Zlatan Ibrahimovic pada menit ke-85, setelah ia beradu mulut dengan asisten wasit.
Fiorentina kemudian berusaha mengambil keuntungan dari situasi itu dengan menaikkan intensitas serangan mereka. Fiorentina pun kembali di atas angin. Sayang, usaha mereka gagal membuahkan gol kedua, sampai peluit berbunyi panjang.
Dengan hasil tersebut, Milan menguasai klasemen dengan 68 poin, atau unggul tiga angka dari pesaing terdekat, Napoli. Adapun Fiorentina tertahan di peringkat ke-11 dengan 42 poin.
Susunan pemain:
Fiorentina:
Artur Boruc; Cesare Natali (Per Kroldrup 56), Alessandro Gamberini, Manuel Pasqual, Gianluca Comotto; Riccardo Montolivo, Mario Santana, Juan Vargas, Marco Donadel (Valon Behrami 62); Alberto Gilardino, Adem Ljajic (El Khouma Babacar 46)
Milan: Christian Abbiati; Thiago Silva, Mario Yepes, Gianluca Zambrotta, Ignazio Abate; Mark van Bommel, Kevin-Prince Boateng (Gennaro Gattuso 77), Clarence Seedorf, Mathieu Flamini; Zlatan Ibrahimovic, Pato
Wasit: Emidio Morganti
Klasemen lengkap dan hasil pertandingan bisa dilihat di sini
Sumber : Kompas.com


 Subscribe in a reader

Liga Italia per 11 April 2011

Berita Bola (jakarta).

Klasemen sementara dan Hasil Pertandingan Liga Italia per 11 April 2011



 Subscribe in a reader

Ada yang Ambisius Ingin Ambil PSSI

Berita Bola (jakarta).

Sumber dari Kompas.com
NURDIN HALID akhirnya menerima Kompas.com untuk wawancara, Kamis (31/3/2011) sore di kantor PT Liga Indonesia. Ketika kami masuk, dia tampak serius melihat video-video semua aksi demo dan kegiatan yang berkaitan dengan PSSI.
Sosok Nurdin Halid seperti tidak habis-habisnya diperbincangkan oleh pelaku sepak bola Tanah Air. Baru-baru ini, pria kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan, itu selalu disibukkan beradu argumen dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng daripada memutar otak untuk mencari solusi atas kemelut yang terjadi di lembaganya.
"Perseteruan" kedua pria yang sama-sama berasal dari Makassar itu bermula dari pembekuan PSSI oleh pemerintah. Keputusan itu diambil setelah PSSI membatalkan Kongres PSSI di Riau, Pekanbaru, Sabtu (26/3/2011).
Nurdin melawan. Ia meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Andi Mallarangeng. Ia bahkan menuding Andi telah mengobok-obok lembaga yang dipimpinnya.
Oleh karena itu, Nurdin, yang sebelumnya berniat tidak ingin dicalonkan sebagai Ketua Umum PSSI lagi, akhirnya mengurungkan niatnya itu. Dia merasa wajib mengawal PSSI karena harga diri organisasi yang ia pimpin tengah dizalimi.
Kepada Kompas.com, Nurdin blak-blakan menyampaikan banyak hal. Dalam wawancara berdurasi 20 menit itu, Nurdin menyampaikan kekecewaannya kepada Andi Mallarangeng yang dinilainya terlalu membela pihak yang berseberangan dengan dirinya. Namun, tegasnya, polemik PSSI tidak ada hubungannya dengan persaingan antara Partai Golkar dan Partai Demokrat. Berikut ini hasil wawancara dengan Nurdin Halid:
Setelah "dikartu merah" oleh Menpora, apakah benar Anda masih ngotot ingin mencalonkan sebagai Ketua Umum PSSI lagi?
"Dalam perjalanan menuju Pekanbaru, saya menyampaikan insya Allah program kongres berjalan dengan baik. Ketika membuka kongres, saya akan menyatakan tidak mencalonkan diri lagi. Itu niat saya. Kemudian, pada saat itu dikatakan belum saatnya karena ketua umum punya tanggung jawab sesuai statuta sampai dengan kongres".
Sejak kapan Anda memiliki niat itu?
"Niat itu timbul karena tak ingin gara-gara saya (PSSI terus kacau), sekalipun saya tahu itu diciptakan orang yang ambisius mengambil PSSI. Istri dan ibu menyarankan kepada saya, sekalipun itu rezeki orang lain, tetapi ya sudah mengalah. Di depan FIFA, saya urungkan (menyampaikan niat tak mencalonkan diri lagi) karena dizalimi terus-menerus seperti ini."
Ada bukti penzaliman dan apakah penzaliman itu begitu terasa dan parah?
"Luar biasa! Masak mau berkongres dengan baik, kami ditekan habis, kamar digerebek, dan ada yang ditendang. Sampai saya tidak bisa ke tempat kongres karena suasana yang sangat mencekam. Ini penzaliman luar biasa."
"Nah, ini berarti saya harus mengawal kembali untuk harga diri PSSI. Bukan saya saja. Bukan Nurdin Halid. Saya melakukan sesuatu bukan untuk mempertahankan. Dari dulu, saya tidak pernah melakukan sesuatu untuk mempertahankan diri."
"Namun, PSSI tidak boleh dibuat seperti ini. Karena apa? Ini akan menjadi preseden buruk. Nanti, hal yang sama akan menimpa siapa pun, bukan hanya kepada saya. (Menimpa) siapa pun kalau kondisi ini dibiarkan."
Anda menilai langkah Menpora sebagai sebuah kesalahan?
"Kalau boleh jujur, benar enggak langkah Alfian Mallarangeng? Kalau kongres (di Pekanbaru) berjalan bagus, saya akan menyatakan (tidak mencalonkan lagi). Tapi, saya dizalimi begitu, saya tidak akan menyatakan itu. Saya akan terus mengawal PSSI ini sampai kepada kongres sesuai jati dirinya."
Seperti apa bentuk pengawalannya? 
"Saya akan mempertahankan organisasi. Masak Menpora membiarkan KPPN (Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional) bisa berjalan dengan alasan menyudutkan kami lagi. Menyalahkan PSSI. Sementara matanya sendiri melihat bagaimana situasi kongres. Pintu didobrak dan berteriak-teriak, seperti mau perang. Banyak orang yang bukan peserta kongres diperkenankan masuk."
Anda katanya sudah membentuk tim kuasa hukum untuk menggugat Menpora?
"Sudah. Saat ini sudah saya serahkan kepada kuasa hukum untuk mengatur langkah-langkah. Kita kan negara hukum dan demokrasi. Jadi, kita serahkan saja."
Apa yang menjadi celah dalam gugatan tersebut?
"Ini sebenarnya persoalan sederhana. Jika dia tidak suka saya, tinggal bilang sama anggota, jangan lagi memilih Nurdin Halid lagi karena saya (Andi) tidak suka. Selesai, kan? Mana bisa jadi ketua umum kalau tidak dipilih anggota. Sederhana, kan? Tapi, ini dibikin rumit, dibikin sulit, dan diobok-obok. Buktinya, Anda bisa melihat."
"Sebelum dia menjadi menteri, apakah ada persoalan seperti ini? Tidak usah jauh-jauh. Waktu Kongres di Bali, kalau kelompok Saleh Mukadar tidak di-back-up, mana bisa mereka tembus di Bali. Anda coba analisis, deh. Tetapi, karena di-back-up, makanya dia berani buat kekisruhan. Itu sebenarnya yang harus dikartumerahkan, bukan PSSI yang dikartumerahkan. Bukan saya juga. Hal itu yang membuat saya tidak bisa menerima dizalimi seperti itu. Kok di depan matanya (ada yang) melakukan pelanggaran anarkis, tidak dikartumerahkan. Kok saya yang dikartumerahkan. Anda berkata jujur, deh."
Saat ini banyak pihak yang sebelumnya pendukung Anda, seperti Manajer Persisam Putra Samarinda, Harbiansyah Hanafiah, membelot. Bagaimana pandangan Anda?
"Coba tanya dia. Pengakuan kepada teman-teman yang bertanya, dia ditekan habis. Dia bilang itu sama Haruna. Jadi mereka terpaksa. Sahabat-sahabat saya itu bukan membelot. Dia mengikuti karena terpaksa. Bagaimana orang memilih pemimpinnya dengan baik kalau dipaksa."
Sebetulnya, apakah Anda memiliki masalah pribadi dengan Andi Mallarangeng?
"Enggak ada masalah pribadi. Hanya dibuat-buat itu saja, kan!"
Masih banyak yang disampaikan Nurdin Halid seputar konflik PSSI, dari masalah politik, sikapnya di Kongres PSSI nanti, sampai pada dampak kepada keluarganya. Bahkan, anaknya sampai berkelahi gara-gara pemberitaan tentang dirinya. Ikuti lanjutan wawancara berikutnya.


 Subscribe in a reader

Mengaku Homo, Pebola Swedia Siap Dikecam

Berita Bola (jakarta).

PEMAIN bola Swedia, Anton Hysen, terang-terangan mengaku homoseksual. Ia pun tak takut dikecam maupun kesulitan dalam kariernya.

Hysen merupakan putra legenda Fiorentina dan Liverpool, Glenn Hysen. Pemain 20 tahun ini kini memperkuat tim Divisi IV Swedia, Utsiktens BK. Dia pemain sepak bola pertama yang terang-terangan mengaku homoseksual. Pengakuan itu dia sampaikan dalam wawancara dengan majalah Offside, bulan lalu.

Selama ini isu homo sangat sensitif di sepak bola. Pemain pertama yang diributkan karena homo adalah Justin Fashanu. Dia akhirnya mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

Disinyalir, banyak pemain bola yang homoseksual. Namun, mereka tak mau mengaku karena takut kariernya akan hancur. Sementara, publik bola sendiri sebagian besar menolak pemain homoseksual bermain bola.

Salah satu yang paling keras menentangnya adalah mantan Direktur Umum Juventus, Luciano Moggi. Pada 2008, dia bahkan menyatakan bahwa sepak bola bukan tempatnya kaum homoseksual.

"Tak ada kaum gay dalam sepakbola. Saya tak tahu, apakah para pemain menentang atau menerima kaum gay berada dalam tim mereka. Yang pasti, saya menentangnya. Tak ada tempat buat kaum gay di sepakbola," kata Moggi ketus dalam acara KlausCondicio di sebuah televisi.

Meski begitu, Hysen tak canggung mengakuinya. Bahkan, dia berharap peamin bola lainnya yang gay terang-terangan mengungkapkan jati dirinya.

"Aku seorang pemain bola dan gay. Jika aku tampil sebagai pemain bola, maka aku tak memikirkan masalah apakah aku suka wanita atau pria," tegas Hysen.

Dia mengakui, pengakuannya itu bisa memengaruhi kariernya. Namun, katanya, dia dan pemain lain harus melawan setiap jenis rasisme dari para pelatih atau bos klub.

"Itu masalah mereka. Publik boleh saja menyebut diriku apa saja sesuai keinginan mereka. Itu hanya akan membuat diriku semakin kuat," katanya.

Pengakuan Hysen itu mendapat dukungan dari Federasi Internasional Pesepak Bola Internasional (FIFPro). Anggota Dewan FIFPro, Tony Higgins, mengatakan, "Pengakuan Hysen akan menyemangati pemain lain yang homoseksual untuk melakukan hal yang sama. Sebab, homoseksual masih menjadi masalah tabu di sepak bola. FIFPro memberi dukungan kepada Hysen dan mendesak agar semua pemain mendapat perlakuan yang sama dalam kondisi apa pun."

Sumber : Kompas.com



 Subscribe in a reader